Kamis, 23 April 2009

Function Date "Query oracle9i "/ ISQL PLUS


select sysdate,start_date, months_between(sysdate,start_date)from s_emp


SYSDATE

START_DAT

MONTHS_BETWEEN(SYSDATE,START_DATE)

18-MAR-09

03-MAR-90

228.491997

18-MAR-09

08-MAR-90

228.342131

18-MAR-09

17-JUN-91

213.051809

18-MAR-09

07-APR-90

227.37439

18-MAR-09

04-MAR-90

228.471164

18-MAR-09

18-JAN-91

218

18-MAR-09

14-MAY-90

226.148583

18-MAR-09

07-APR-90

227.37439

18-MAR-09

09-FEB-92

205.309873

18-MAR-09

27-FEB-91

216.729228

18-MAR-09

14-MAY-90

226.148583

18-MAR-09

18-JAN-92

206

18-MAR-09

18-FEB-91

217

18-MAR-09

22-JAN-92

205.890519

SYSDATE

START_DAT

MONTHS_BETWEEN(SYSDATE,START_DATE)

18-MAR-09

09-OCT-91

209.309873

18-MAR-09

07-FEB-92

205.37439

18-MAR-09

08-MAR-90

228.342131

18-MAR-09

09-FEB-91

217.309873

18-MAR-09

06-AUG-91

211.406648

18-MAR-09

21-JUL-91

211.922777

18-MAR-09

26-MAY-91

213.761486

18-MAR-09

30-NOV-90

219.632454

18-MAR-09

17-OCT-90

221.051809

18-MAR-09

17-MAR-91

216.051809

18-MAR-09

09-MAY-91

214.309873

select sysdate,add_months(sysdate,8)from s_emp

SYSDATE

ADD_MONTH

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

SYSDATE

ADD_MONTH

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

18-MAR-09

18-NOV-09

3.select sysdate,next_day(sysdate,'saturday')from s_emp

18-MAR-09 21-MAR-09


4.select sysdate,last_day(sysdate)from s_emp

18-MAR-09 31-MAR-09


select sysdate,round(sysdate,'Month')as ROUND_MONTH from s_emp

SYSDATE

ROUND_MON

18-MAR-09

01-APR-09

18-MAR-09

01-APR-09

18-MAR-09

01-APR-09

18-MAR-09

01-APR-09

18-MAR-09

01-APR-09

select sysdate,round(sysdate,'Year')as ROUND_YEAR from s_emp

SYSDATE

ROUND_YEA

18-MAR-09

01-JAN-09

18-MAR-09

01-JAN-09

18-MAR-09

01-JAN-09

18-MAR-09

01-JAN-09

18-MAR-09

01-JAN-09

18-MAR-09

01-JAN-09

select sysdate,trunc(sysdate,'Month')as TRUNC_MONTH from s_emp

SYSDATE

TRUNC_MON

18-MAR-09

01-MAR-09

18-MAR-09

01-MAR-09

18-MAR-09

01-MAR-09

18-MAR-09

01-MAR-09

18-MAR-09

01-MAR-09

select sysdate,trunc(sysdate,'Year')as TRUNC_YEAR from s_emp

SYSDATE

TRUNC_YEA

18-MAR-09

01-JAN-09

18-MAR-09

01-JAN-09

18-MAR-09

01-JAN-09

18-MAR-09

01-JAN-09

18-MAR-09

01-JAN-09

18-MAR-09

01-JAN-09

Tugas Kuliah "Query Untuk Oracle 9i"

1.character function

LOWER --> menampilkan hurup kecil sajo
UPPEr --> Menampilkan hurup besar sajo
INITcap-->gabungan kecil/besar

ex:
select lower(last_name) LOWER, upper(first_name)
UPPER,initcap(title)INITCAP
from s_emp


concat-->mengabung dua karakter.
ex:
select concat(first_name,last_name)NAME from s_emp


SUBSTR-->
ex
select substr(title,1,6)SUBSTR from s_emp

LENGTH-->
ex:
select length(first_name)LENGth from s_emp

instr-->
ex:
last_name

2.number function

Round-->
ex:
select round(45.926,2)ROUND from dual;
Trunc-->
ex:
select trunc(45.926,2)TRUNC from dual;
MOD-->
ex:
select salary,mod(salary,100)MOD from s_emp;


3.date funtion
months_between-->
ex:
select sysdate,start_Date,months_between(sysdate,start_date)from s_emp;
add_months-->
ex: select sysdate,add_months(sysdate,8)from s_emp;

next_day-->
ex
select sysdate,next_day(sysdate,'saturday')from s_emp;

last_day-->
ex
select sysdate,last_day(sysdate)from s_emp;


ROUND_MONTH-->
select sysdate, round(sysdate,'Month')as ROUND_MONTH from s_emp;
select sysdate, round(sysdate,'year')as ROUND_YEAR from s_emp;

trunc_MONTH-->

select sysdate, trunc(sysdate,'Month')as trunc_MONTH from s_emp;
select sysdate, trunc(sysdate,'Year')as trunc_YEAR from s_emp;


4.case else & decode

select first_name,last_name,title,
CASE title WHEN 'President'THEN 1.10*salary
WHEN 'Warehouse Manager'THEN 1.15*salary
WHEN 'Stock Clerk'THEN 1.20*salary
ELSE salary END"REVISED-SALARY" from s_emp;



select first_name,last_name, title,salary,
DECODE(title,'President',1.10*salary,
'Warehouse Manager',1.15*salary,
'Stock Clerk', 1.20*salary,salary)
REVISED_SALARY
FROM s_emp;

desc s_emp----> melihat record
select*from S_EMP------> melihat tabel

restricting and sorting data:

a.restricting data
select*from S_EMP where condition(s);

ex: select*from s_emp
where salary>=1000;--->berdasarkan nilai
salary(kolomnya)
>=(kondisi pembanding)/comparison condition


tipe data orc: -varchar---->menyimpan data sesuai dgn jumlah variabel yg kt masukkan
-varchar2--->menyimpan data sesuai dgn karakter
-date
-number

select*from s_emp
where first_name='Carmen';

comparison condition:
>=,<=,=,>,<,<>
yg lain:
1. between....and....
syntax:
where column between....and....
ex: staff yg mempunyai salary antara 1000s/d 2500

select*from s_emp
where salary >=1000 and salary <=25000; atau select*from s_emp where salary between 1000 and 2500;
selain itu:
select*from s_emp where salary not between 1000 and 2500;
2. IN syntax:
where column IN(value1,value2,valuen);
ex: tampilkan staf yg punya salary 1000,100,1300,1400
select*from s_emp where salary=1100 or salary=1400;
atau
select*from s_emp where salary in(1100,1300,1400,100);
selain itu
select*from s_emp where salary NOT in(1100,1300,1400,100);
3. LIKE
contoh: tampilkan staf yg mana huruf kedua dari first namenya=O berikutnya bebas.

select*from s_emp where first_name LIKE '_o%';

many character menampil hurup awal M
select*from s_emp where first_name LIKE 'M%';

SORRTING DATA:
(ORDER BY) syntax:
ORDER BY colum Asc/desc;
order by diletakkan pada akhir sebuah query.
ex: tampilkan staff yg punya salary >=1000 kemudian
masukkan berdasarkan first_name dari kecil ke besar(A-Z)

select*from s_emp
where salary >=1000
order by first_name asc;


jika hanya menampilkan yang tertentu saja dari tabel tsb maka:

select last_name,first_name,dept_id,salary from s_emp
where salary >=1000
order by first_name;


menampilkan salary yg dijumlahkan dan membuat aliasnya:

select last_name,salary,salary*12 as baim
from s_emp


select last_name,title,salary,
case title when 'warehouse manager' then 1,10*salary
when 'president' then 1,15*salary
when 'stock clerk' then 1,20*salary
else salary end "revised salary"
from s_emp;

select last_name,title,salary,
decode(title 'warehouse manager',1,10*salary,
'president',1,15*salary,
'stock_clerk',1,20*salary,
salary)
"revised_salary"
from s_emp;

RATM' tidak terlepas dari.... Rock, Pemberontakan dan Komoditas Kapitalisme


Jika penggalan-penggalan huruf dalam syair lagu itu dirangkai, maka akan berbunyi: rebel. Dalam bahasa yang lebih sederhana, rebel tidak lain berarti pemberontakan. Dan, itulah sebagian kecil tema syair lagu yang sering dilantunkan kelompok hip-metal Rage Against The Machine (RATM). Tema-tema utama yang sering dinyanyikan RATM memang bernuansa politis. Bahkan lebih dari itu, untuk menunjukkan semangat pemberontakan yang digulirkan kaum muda, RATM menggunakan Che Guevara sebagai simbol perlawanan terhadap kemapanan. Tetapi, sebenarnya, apakah yang mereka lawan serta apa implikasi berikutnya?
RATM melakukan pemberontakan terhadap segala bentuk kemapanan, misalnya kapitalisme yang menindas kaum buruh, politik luar negeri Amerika Serikat yang terlalu arogan, serta kebijakan hukuman mati yang dianggap tidak pantas serta tidak adil terhadap tokoh-tokoh tertentu, seperti Mumia Abu Jamal. Bahkan lebih dari itu, pemberontakan yang mereka jalankan tidak hanya sebatas menyanyi, tetapi juga melakukan aksi secara nyata (taking action). Bendera AS mereka balik, mereka berkampanye untuk menghentikan embargo terhadap Irak, dan bahkan secara sensasional empat personelnya (Tom Morello, Zack De La Rocha, Timmy Commerford, serta Brad Wilk) bertelanjang bulat dengan mulut diplester, berdiri beberapa menit di atas panggung, untuk melawan penyensoran terhadap syair lagu.

Bukan Hal Baru
Sebenarnya, sikap RATM bukanlah sama sekali baru dalam sejarah pemberontakan yang dilancarkan musik rock. Jauh sebelumnya di sekitar dekade 1960-an telah muncul sejumlah pemusik rock yang melawan kemapanan juga, seperti Bob Dylan misalnya. Konser West Coast pada 1965 juga menjadi bukti perlawanan kaum muda terhadap kebijakan AS yang melanjutkan perang di Vietnam. Atau pada tahun 1969, selama tiga hari berturut-turut (15-17 Agustus) diadakan konser rock yang sedemikian megah dengan nama yang lebih dikenal sebagai Woodstock. Lagu-lagu rock yang dikumandangkan saat itu bertema antikekerasan, protes terhadap kebijakan pemerintah AS yang memberlakukan wajib militer, serta ajakan untuk melakukan reformasi.
Mengapa musik rock menjadi sedemikian terlibat dalam isu-isu yang bernuansakan politik dan antikemapanan? Jelas, karena saat itu politik yang digulirkan rezim yang sedang berkuasa sangat menindas kreativitas kaum muda, tidak menunjukkan kedamaian, serta sangat mengumbar kekerasan. Sebagai bentuk perlawanan (resistensi) terhadap hegemoni penguasa, maka muncullah gerakan mahasiswa yang dikenal sebagai Kiri Baru (New Left). Dan, generasi muda saat itu memancangkan nama Flower Generation (Generasi Bunga) untuk menunjukkan sikap mereka yang cinta perdamaian, ingin bersatu dengan alam, serta antikekerasan.
Di sini terbukti dengan jelas, musik rock berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, serta terlibat secara aktif dalam berbagai isu politik yang sedang memanas. Bukankah dengan demikian, sebenarnya, RATM merupakan kelanjutan dari sejarah pemberontakan yang dilakukan generasi-generasi (pemusik rock) sebelumnya?
Dalam pandangan Lawrence Grossberg, rock and roll merupakan sebuah ”aparatus” kebudayaan, sebuah gerakan (movement) yang dirasakan secara nyata oleh kalangan penggemarnya. Tiga karakteristik yang menunjukkan musik rock, menurut Grossberg, adalah: Pertama, musik ini diasosiasikan dengan sekelompok penggemar (fans) tertentu. Kedua, musik ini terlibat secara langsung dengan kehidupan sehari-hari para pendengarnya. Ketiga, secara keseluruhan musik rock menyajikan kenikmatan (pleasure) yang intensif bagi fans-nya, sebuah kenikmatan sensasi secara badani serta perasaan emosional.
Selain itu, rock mempunyai kekuatan oposisional karena mendefinisikan kebudayaan kaum muda (youth culture) berbeda dari pihak lain, yang cenderung ”langsung” serta ”membosankan”. Dengan menekankan pada segi-segi yang bersifat permukaan (surface), gaya (style), serta kecerdasan (artifice), musik rock beroposisi dengan ideologi dominan Pasca-Perang Dunia II yang menekankan pada keseriusan yang mendalam, tujuan, serta tatanan (order) yang mapan (Littlejohn, 1996: 236-237).

Mudah Diintervensi
Apabila diberikan penegasan, maka rock semenjak awal merupakan sebentuk identitas pemberontakan kaum muda terhadap establishment alias kemapanan. Namun, sebenarnya, dengan identitas serta karakteristik unik yang disandangnya ini, rock pun menjadi mudah untuk diintervensi oleh kepentingan-kepentingan politik yang mapan juga. Justru ketika rock menyuarakan pemberontakan, sebenarnya memberikan penegasan bahwa pemusik serta fans-nya merupakan bagian dari sistem yang sedang dilawannya. Resistensi yang mereka lantunkan dalam format yang terkesan radikal itu, justru memudahkan sistem (atau ideologi) yang ditentangnya menjadi semakin kuat, dan bahkan mungkin kokoh.
Hal ini dengan mengacu pada sejumlah alasan, yaitu:
Pertama, sebagai sebuah aliran musik, rock sudah masuk dalam percaturan industri lagu yang menekankan pada keuntungan (profit). Dalam kondisi semacam ini, tidak ada musik yang tidak dapat dijual, termasuk musik rock itu sendiri. Sehingga, rock dalam arena industri musik, merupakan sebentuk dari kebudayaan populer (popular culture). Rock pada akhirnya juga mewujudkan dirinya sebagai musik populer. Dengan demikian, rock diproduksi secara massal untuk dapat dinikmati secara besar-besaran oleh khalayak pendengarnya. Di sini rock pun masuk dalam budaya massa (mass culture) yang mengikuti logika kapitalisme dengan perhitungan matematis cost-benefit (untung-rugi).
Kedua, citra pemberontakan yang diusung musik rock juga gampang dimanfaatkan oleh industri kapitalisme. Dalam kaitan ini, kapitalisme tidak sekadar menjual suatu produk untuk dikonsumsi karena suatu barang atau jasa mempunyai kegunaan tertentu (use-value). Tetapi, kapitalisme yang lebih canggih justru memanfaatkan citra (image), karena suatu produk justru sangat dominan nilai-tandanya (sign-value). Perlawanan bukan lagi menjadi sejenis ancaman bagi kapitalisme dan penguasa. Tetapi perlawanan itu kemudian diakomodasi untuk kemudian dikemas menjadi sebuah mata dagangan (commodity) yang laku keras dijual.
Jika diberikan kesimpulan, merujuk pada pendapat John Storey (1994), rock sebagai budaya serta musik populer menghadapi tiga kemungkinan dalam wilayah kapitalisme, yaitu dimarginalisasikan, dilenyapkan, atau direngkuh (incorporation) untuk menjadi bagian integralnya. Agaknya, rock telah dimodifikasi dan pada akhirnya masuk dalam rengkuhan kapitalisme dengan berbagai format yang unik, seperti penyebutan rock and roll, hard rock, progressive rock, heavy metal, grunge, hardcore, grindcore, hip-metal atau rap-metal, dan sebagainya. Intinya, label musik rock terus berubah seiring dengan kecenderungan dominan metode permainan pemusiknya.
Bahkan aliran serta kelompok musikus rock yang sengaja melawan kapitalisme, digandeng oleh kalangan industrialis untuk mengawetkan sistem ekonomi yang menekankan perdagangan bebas ini. Sehingga, industrialisasi dan pemberontakan musik rock pun saling berpadu dan menjadi pasangan sempurna (tandem) bagi terus bergulirnya kapitalisme yang represif.
Menjadi relevan dalam persoalan ini jika dirujuk pendapat seorang filosof dari Frankfurt School Theodor W. Adorno. Menurut Adorno, identitas utama dari musik populer jika dibandingkan dengan musik serius adalah dalam soal standardisasi, serta khalayak yang menikmatinya dapat memperoleh hiburan (entertainment). Maka pemberontakan dalam musik rock pun sudah menjadi standar utama untuk menciptakan image tertentu. Khalayak pendengar yang menikmati musik ini, barangkali menjadi terhibur karena syair-syair lagu rock yang berisi perlawanan serta protes sosial.
Pemberontakan terhadap sistem kapitalisme yang dilancarkan musik rock, agaknya, selalu akan menemukan kegagalan. Sebab, pemberontakan itu tidak menemukan artikulasi untuk melakukan pemberdayaan terhadap mereka yang tertindas (the oppressed) dan lemah (powerless). Namun, ironisnya, pemberontakan itu justru memuncak pada bergulirnya stagnasi sikap kaum muda untuk meraih citra tertentu: Kaum muda adalah pemberontak, antikemapanan, serta setuju terhadap segala bentuk perubahan.
Dan, kapitalisme dengan suka cita memelihara pemberontakan itu menjadi sejenis komoditas yang laku keras, dengan memprovokasi bahwa memberontak itu nikmat. Bahkan kapitalisme kemungkinan saja terus berteriak dengan menegaskan: Jangan pernah berhenti (never give up) memberontak, karena di situlah kami menikmati hidup sepuas-puasnya (live up).
Musik rock pada titik kulminasinya, memang, serupa dengan nasib Che Guevara yang selalu memberontak dan melawan kapitalisme. Namun, tragisnya, justru menjadi ikon kapitalisme itu sendiri.

Mengenang kembali masa-masa kejayaan Guns N Roses


Guns N Roses menjadi band rock terbesar di dunia pada tahun 1991-1992 saat double album mereka “Use Your Illusion” meledak di pasaran. Dengan formasinya saat itu Axl Rose (vocal),Slash (gitar),Izzy Stradlin (gitar), Duff Mckagan (Bass), Dizzy Reed (Keyboard), dan Matt Sorum (Drum). Pada tengah malam 17 September 1991 GNR menjadi band terhebat di dunia. Ratusan toko dibuka sampai pagi untuk menjual album Use Your Illusion yang terdiri dari dua album. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kedua album itu berada di peringkat pertama dan kedua album terlaris versi Billboard di AS.


ini nih lagu faforit...hehe

Namun kebesaran dan kesuksesan GNR pada masa itu tidak serta merta menjadikan personel mereka lebih solid. Yang terjadi adalah ketika Izzy Stradlin secara mengejutkan mengundurkan diri dari GNR di pertengahan konser keliling dunia album Use Your Illusions (Use Your Illusion World Tours). Izzy digantikan oleh Gilby Clarke di pertengahan konser keliling dunia. Dapat dilihat pula dalam video klip “Don’t Cry”, di klip itu terselip gambar ketika salah seorang fans menempelkan sebuah tulisan di punggungnya “Where’s Izzy???”. Atau kejadian lainnya saat menjelang konser di Tokyo, ada poster juga bertuliskan “Who’s Gilby??” Membuktikan bahwa fans GNR sangat kehilangan sosok Izzy.

Nasib GNR berubah pada tahun 1994. mereka ribut satu sama lain, sering masuk pusat rehabilitasi ketergantungan narkotika, dan album The Spaghetti Incident? Gagal di pasaran. Keretakan mereka dimulai dari sini.

Setelah itu mereka sempat berkumpul di sebuah studio di Los Angles untuk merekam album baru yang rencananya dirilis tahun 1995. namun, tak lama kemudian mereka dihinggapi penyakit yang sudah biasa diderita band-band lainnya: kebosanan. Mereka sudah terlalu kaya sehingga mereka berpikir tidak perlu melakukan apapun.

Rose mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin proyek pembuatan album itu, tetapi dia jelas tidak bisa memimpin. Kebetulan pihak Geffen Records juga memanjakan GNR. Berkat hasil penjualan album yang mendatangkan keuntungan luar biasa besar, mereka memberikan keleluasaan yang istimewa kepada GNR untuk menulis dan merekam. Saat itu GNR sempat merilis single Sympathy for the Devil yang merupakan soundtrack dari sebuah film (Interview With the Vampire).


Apakah 2000’s era terburuk dalam sejarah musik rock?
60’s dan 70’s adalah zamannya para dewa2 musik rock (the beatles, the rolling stones, led zeppelin, black sabbath, queen, ramones, dll). 80’s adalah zaman para anak-anak dewa dilahirkan (u2, metallica, guns n roses, REM, sonic youth, dll). 90’s era alternative nation (nirvana, pearl jam, oasis, radiohead, rage against the machine, red hot chili peppers, nine inch nails, dll). 2000’s ? linkin park? sucks!, my chemical romance? no!, muse? eww! bagaimana menurut anda? (memang masih ada the white stripes, the strokes, system of a down, coldplay, arctic monkeys, tapi mereka seperti kurang mendapat perhatian, dikalahkan oleh musik hip hop dan r&b yang kurang berseni!)


Pada tahun 1996 Slash meninggalkan GNR, diikuti oleh Matt Sorum (drum) dan Duff Mckagan (Bass). karena perencanaan album yang tidak kunjung kelar tersebut para personel GNR melepaskan diri. Dari para personel orisinal GNR (The Original Guns), tinggallah Rose seorang diri.

Robin Finck Cabut Dari Guns n Roses:Menjelang tur konsernya yang akan digelar pertengahan tahun 2008 ini, grup band Guns n Roses merasa panik. Pasalnya, tanpa ada sebab yang pasti, gitaris mereka Robin Finck hengkang. Seperti yang dilaporkan di situs resmi Grup band tersebut, kabarnya, Robin kembali bergabung dengan bandnya dahulu Nine Inch Nails (NIN) untuk menggelar turnya pada musim panas mendatang. Akibat keluarnya Robin itu, salah satu punggawa Guns n Roses, AXL merasa gusar. “Saat Robin keluar semua jadi kacau. Bukan hanya kami yang bingung, para fans kami juga menjadi bingung, dan mereka merasa agak kesal, “tutur AXL dalam situs resminya. Bukan hanya kali ini Robin membuat ulah tersebut. Dirinya memang kerap keluar masuk dari Guns n Roses dan NIN. Seperti pada tahun 2000 silam, dirinya pernah keluar dari Guns n Roses untuk bergabung dengan NIN, dan ikut tur ke beberapa negara. Setelah tur konser tersebut berakhir ditahun 2001, dirinya kembali lagi bergabung dengan Guns n Roses. Untuk kemudian menjalani rangkaian tur bersama Guns n Roses dibeberapa negara Asia dan Eropa.